Kamis, 22 Maret 2012

Inginku (Bukan hanya jadi temanmu) part I


        Perkenalkan namaku Ruchy Adam Pradana , biasa dipanggil Eqhy , aku siswa dari sekolah terfavorit di Sumbawa . SMAN 2 SUMBAWA . Dan aku mendiami sebuah kelas yang terbilang ‘terfavorit’ . Eitss  , terfavorit apanya dulu nih , kelas 10.4 , kelas yang paling terfavorit dalam bidang ribut , bikin onar tapi tentu saja di sanalah letak kebersamaan kami . Di kelas ini pun aku menemukan seorang gadis yang mampu membuatku ‘jatuh cinta’  . Nerning Galidha Wildatika . Nama yang indah , bukan . Aku menyukainya karena parasnya yang cantik , lembut , baik , gak sombong . Tapi sepertinya dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku .
      Aku ingin memilikinya walau cuma sekali, aku ingin merasakan dekat dengannya , bisa bersama-sama dengannya , tapi dia selalu menjauhi ku . Saat aku mendekatinya , dia seakan tak ingin dekat-dekat dengan ku . Bahkan saat kami satu kelompok pun , dia sangat enggan berbicara denganku , bahkan sekedar untuk bertanya  padaku pun dia tak mau . Jika aku bertanya padanya , dia hanya diam dan tak menjawab pertanyaan dariku . Sebegitu tak sukakah kamu dengan aku ? Hembb ..
      Suatu hari  , kami diberi kesempatan beristirahat saat jam olah raga . Aku memilih untuk duduk di bawah pohon rindang di samping lapangan volli , duduk menyendiri memilikirkan perasaanku saat ini , Nerning apa yang kurang dariku . Batinku merasakan penyesalan akan kekuranganku ini . Hembb …
Tiba-tiba aku mendengar derap langkah kaki menghampiri tempat ku duduk saat ini , aku bangkit dari duduk ku dan berlari bersembunyi di balik pohon di sebelahnya , percakapan itu dimulai oleh suara yang sangat familiar di telingaku , Astrid .
“Non , tanya sama Nerning donk , suka apa gak dia sama Eqhy ?” tanya Astrid pada Noni . “Entahlah , aku sudah bertanya sama dia , tapi dia hanya diam saja . Aku gak tau harus kaya gimana lagi.” Jawab Noni .
 “Wah , kan kata ibu Umi Nasokah , kalau diam tandanya iya . Gimana ?” tanya Astrid lagi . “Hahahaa , jangan nyimpulin gitu dulu , kalau gak gimana ? Ntar aku tanya dia lagi deh.” Jawab Noni .
“ Curiga Nerning gak suka sama Eqhy. Tapi ini coklat dari Eqhy buat Nerning” Kata Astrid .
 Noni hanya menganggukkan kepalanya . Suasana tiba-tiba menjadi hening , ku pertajam pendengaranku , aku tak mau ketinggalan satu kata pun dari pembicaraan itu .
 “Non , usahain yah . Bantu Eqhy , setidaknya bantu dia dekat sama Nerning dulu.” Kata Astrid .
Hening kembali , tak ada satu kata lagi ku dengar dari pembicaraan itu , ku beranikan diriku untuk melihat mereka , ku lihat Astrid memunggungi Noni , tak ada kata yang dikeluarkan oleh Noni , Garing . Suasana dicairkan dengan panggilan Nerning pada Noni , kulihat seulas senyum disana , pikirku pun melayang . Kapan senyum itu ada untukku ? Raut mukaku berubah menjadi pandangan menyedihkan . Sebelum Noni beranjak dari tempat itu . Astrid berbicara lagi .
“ Ku mohon , bantu dia . Dan jangan lupa kasih coklat itu sama Nerning “ Kata Astrid tanpa melihat Noni lalu berlari meninggalkan Noni sendiri .
Segitukah kamu membantuku ? Terima kasih kawan , aku gak akan pernah menyerah , biar pun hanya sekedar dekat atau menyatakan perasaanku . Aku tak peduli apa jawabannya , aku akan melakukannya terlebih dahulu . Senyum di bibirku mulai mengembang , terfikir di kepalaku kata-kata Astid pada Noni . Aku tak akan pernah kecewakan teman-temanku yang membantuku . SEMANGAT EQHY . Ku beri semangat pada diriku sendiri .
  Aku keluar dari balik pohon itu , dengan tampang percaya diri aku menghampiri Nerning . Tiba-tiba aku dikejutkan oleh temanku , Astrid .
“Jangan sekarang , biar Noni tanya dulu sama dia .” kata Astrid sambil memegang pundak ku dari belakang .
“Dari mana kamu tahu  aku mau ke sana dan dari mana kamu tau aku di sini ?” tanya ku dengan nada penasaran .
“Tau donk , aku juga tahu tadi kamu nguping kan pembicaraan ku sama Noni.” Jawabnya dengan nada menyelidik .
“Gak kok , siapa juga yang nguping , jangan ngawur deh .” elak ku .
“Udahlah , gak usah bohong , cowok kaya kamu gampang ditebak kalau bohong .” sergan Astrid lalu berjalan mendahului ku .
“Gampang ditebak ? maksudnya ?” tanyaku lagi sambil berlari karena cewek satu di depanku ini melangakahkan kakinya begitu cepat .
Dia berhenti berjalan dan menoleh padaku . Lalu tiba-tiba tertawa begitu keras . Sampai-sampai semua orang yang berada di sekitar kami menoleh menatap Astrid dengan tanda kalau mereka penasaran  . Dia pun melanjutkan jalannya dengan masih tertawa . 
“Sssttttt .. jangan ketawa donk . Malu di lihatin orang.” Kataku dengan muka menunduk .
Tawa itu pun berhenti , raut mukanya berubah menjadi gadis yang sangat manis yang sangat aku kenal . Dia tersenyum padaku .
“Dasar bodoh” hanya itu yang keluar dari mulutnya lalu mengusap kepalaku dengan tangannya yang mungil .
“Kenapa kamu bilang aku bodoh?” tanyaku .
“Woiiii , gak capek nanya apa yah , dari tadi nanya mulu , capek aku jawabnya .” jawabnya dengan  nada jengkel .
“Ya udah aku berhenti nanya deh.” Kataku lagi .
“Mmm .. dasar mah lai (lemah gemulai) gak bisa apa bela diri ? kalau orang bentakin kamu , kamu bentak balik donk . Itu kalau kamu gak salah , jangan cuma diam saja . Ish …” omelnya .
Untung aku sudah biasa mendengar omelannya , gumamku .
“Apa kamu bilang ? “ tanyanya dengan muka menyeramkan .
“Gak ada kok” jawabku .

to be continue .... 
kalau mau baca lagi , tunggu kelanjutannya yah :)

0 komentar:

Posting Komentar